Topeng Monyet adalah salah satu kesenian Indonesia, entah aslinya dari daerah mana, belom riset. Waktu masih SD dan bertempat tinggal di daerah yang bisa dibilang belum kota saat itu, Pamulang, Topeng Monyet sering terlihat sore-sore, nimbrung di tempat yang banyak orang dan anak2 nimbrung. Kalo ada Topeng Monyet, anak2 pasti rame dan senang. Gwe termasuk anak yang menikmati Topeng Monyet saat itu.
Sejak pindah ke daerah yang lebih beradab pada 1997, gwe jarang liat lagi Topeng Monyet karena daerah perumahan ini cukup tereksklusi (oleh pagar pembatas kompleks perumahan, hutan bambu, kali, dan jalan raya). Akhir-akhir ini aja gwe mulai banyak lagi liat Topeng Monyet, tapi tempatnya tidak lagi di daerah pemukiman melainkan di JALAN RAYA. Jakarta yang kian macet ternyata jadi ladang pawang monyet untuk mengais rezeki dengan nimbrung di pinggir jalan sambil mengadakan aksi Topeng Monyet, dan gak jarang tiap jarak 3 meter sekali ada Topeng Monyet lainnya. Salah satu daya tarik Topeng Monyet kan iringan lagu si pawang yang biasanya pake gendang. Nah, dengan kondisi berada di dalam mobil kedap suara dan radio nyala, monyet2 itu seakan beraksi dengan iringan lagu RnB/Hiphop kan? Gak matching!
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) baru aja kelar menggelar aksi protes terhadap Topeng Monyet.
Gambar di sebelah salah satu ilustrasi stimulan untuk para pecinta satwa siapapun.
Alasan JAAN mengadakan aksi protes Topeng Monyet adalah karena kejamnya perlakuan manusia terhadap monyet2 itu. Disebutkan di artikel2 bahwa monyet2 itu hasil perdagangan satwa liat dari hutan2 yang dilakukan secara ilegal. Disebutkan juga di artikel2 bahwa cara pelatihan monyet2 itu sangat kejam dan gak berperikemonyetan. Ada yang bilang kalo monyet2 itu berpotensi menyerang penonton dan membuat mereka cedera sehingga menimbulkan penyakit akibat cakaran atau gigitan. Ada yang bilang kalau Topeng Monyet di jalan raya itu bahaya karena rawan dilindas kendaraan bermotor dan buruknya udara akibat polusi, serta terik matahari yang menyiksa.
Gak ada yang salah dari alasan2 yang dikemukakan JAAN.
Sayangnya alasan2 itu berkesimpulan untuk melarang keberadaan Topeng Monyet. WTH?
Oke, kita urutin lagi alasannya:
1. Monyet hasil perdagangan ilegal
2. Monyet dilatih dengan kekerasan
3. Monyet dirantai
4. Monyet berpotensi menyebarkan penyakit
5. Monyet beresiko terlindas dan sakit paru2 akibat polusi
Sekarang gwe tanya, apa salah Topeng Monyet dari itu?
Gwe yakin orang2 yang ikut aksi ini adalah orang2 yang ga jauh beda dengan orang2 yang gak suka dengar Foke bilang “jangan pake rok mini biar gak diperkosa”, Ramli Mansur bilang, “yang gak ikut hukum syariah minta diperkosa”. Kenapa dengan logika yang sama gak diterapkan untuk Topeng Monyet? Kalo penyanyi dangdut banyak yang topless waktu saweran di kampung2, emang dangdut harus dilarang gitu?
Topeng Monyet itu menghibur, lucu, unik, dan salah satu aset budaya.
Apa bedanya dengan atraksi binatang di kebun binatang atau atraksi anjing? Bedanya adalah praktek ini melakukan hal2 yang sebaliknya dari alasan2 protes JAAN yang gwe tulis di atas.
Seharusnya bukan Topeng Monyet yang dilarang, melainkan perdagangan ilegal monyet, dan pelatihan monyet dengan kekerasan. Topeng Monyet itu harus diatur: tidak boleh tampil di jalan raya, monyet harus divaksin, pawang harus punya sertifikat, dan berbagai kemungkinan lain selain larangan Topeng Monyet.
Pasti ada Topeng Monyet yang hidupnya kayak Remi, kartun anak2 3D (yang pake kacamata merah biru itu) yang sebagian dari kita pernah tonton dulu.