Tagged with bosan

Saat Obsesi Sangkutkan Jangkarnya

Apa itu obsesi?

Ketika seorang perempuan yang memabukkanmu dengan halus tegur sapanya kemudian hadir kembali saat tiada hasrat untuk bertemu, ketika itulah rindu yang terpendam menyeruak lagi ke luar, tertumpah dalam jutaan bait-bait puisi yang berputar-putar pada satu kesimpulan berupa PERTANYAAN. Pertanyaan yang mungkin hanya sebuah, namun berakar-akar hingga tak jelas lagi ujung pangkalnya dan kembalilah saja ia pada lagi-lagi sebuh pertanyaan. Sesederhana bertanya, “Perasaan apa ini?”

Ironis, orang yang paling tak kita kenal justru merupakan diri kita sendiri. Orang selalu berkata, “aku tahu siapa aku.” namun mereka pun lupa bahwa mereka harus bertanya, “kau tahu siapa aku?” yang kemudian tidak pernah cukup hanya dengan pengakuan dan kesadaran orang lain bahwa kita ada. Kembali kepada diri sendiri yang harus dipertanyakan kebenarannya mengenai pengetahuan akan dirinya sendiri.

Orang akan berkata, tutup matamu, dengarkan dengan seksama denyut jantungmu, rasakan aliran darahmu mengaliri tiap-tiap relung pembuluh darah, ikutin ke mana air liurmu kau telan, pahami udara yang baru kau hirup dan hembuskan, hingga ketika sinar matahari memaksa pupilmu menutup kala kau membuka lagi matamu, kau akan kembali bertanya, “itukah diriku? sekumpulan sistem biologis fisika yang tengah berpikir?”

Lalu di mana gerangan sosok yang dari tadi kucari-cari ke dalam tubuhku, rasaku, anganku?

Aku tahu ia berenang-renang tanpa lelah di kepalaku, tapi sekali lagi kutanyakan padamu, di mana?

Tersangkut di mana jangkar yang kau buang, sehingga sulit kucari untuk kuangkat dan kubuang? Tertatih-tatih aku berjalan menyusuri jejak-jejak kita yang tak pernah lagi kau injak. Berapa kalipun kujejaki lagi, di sana cuma ada dua jejak kita, sementara jejakku bertumpuk-tumpuk dengan yang baru.

Tak inginkah kau pulang dan menjemputku ke tempatmu melayang sekarang?

Tagged , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,304 other followers