Negara ini sepertinya memang didirikan berdasarkan rasa benci. Pada beberapa hal, benci memang diperlukan; misalnya benci kekalahan, bencinta (alah), bahan bakar bencin, benci gembok pagar, dan lain-lain. Tapi kok moralitas kita cuma sebatas itu aja sih? Orientasi normatif, benar-salah, dan banal.
Benci penjajah, nekolim, komunis, negara tetangga bahkan hingga sekarang. Hasilnya? Mau perang? Memecahkan masalah hari gini?
Benci polisi <– umm… no comment ah
Benci sekolah lain, hasilnya tawuran.
Benci alay. D6N tLi5aN yG ajAiB aBiiezz. Qm0h tW gG kLu iN1 tLisAn gAwHoElL bWt mRk ?? ?? ?? ;; ;; ;; ;; ;; ;; <- nulis ini aja 5 menit sendiri gwe…
Benci agama lain.
Benci suku lain.
Benci jenis musik lain beserta orang2nya.
Benci suporter dan tim bola lain.
Supir angkot goblog!!
Orang yang gak sepaham.
Yang seleranya rendah, kemampuannya di bawah, humornya ga cerdas, pikirannya banal, trendy, korban moode dan iklan….
Benci benci benci benci apa aja dibenci!
Memecahkan masalah gak?
Memecah belah kita iya.
Mau?
***
Aku hanya melihat saja, grafik detak jantung ibu yang makin melemah, embun di masker oksigennya makin menyempit tiap hembus napasnya, kalung berbandul zamrdunya itu kini makin menjadi dingin,
Aku bertelut, membisikkan doa,
Jangan pergi Ibu Pertiwi…