Tagged with puisi

Kalau Saja Hati Punya Pintu

Di dalam hatimu aku akan mengunci diri

Kunyalakan lilin biar terang

Biar hangat relung-relung itu

 

Di dalam hatimu aku akan rebah.

Tidur, telentang, telungkup

Meringkuk nyaman

 

Di dalam hatimu akan akan ukir

Nama kita berdua

Mimpi dan surga kita

 

Kalau saja hati punya pintu

Aku terpenjara di sini

Tanpa kau

 

-LBIF18 20091127 1.30PM

Tagged

Benci Membenci

Negara ini sepertinya memang didirikan berdasarkan rasa benci. Pada beberapa hal, benci memang diperlukan; misalnya benci kekalahan, bencinta (alah), bahan bakar bencin, benci gembok pagar, dan lain-lain. Tapi kok moralitas kita cuma sebatas itu aja sih? Orientasi normatif, benar-salah, dan banal.

Benci penjajah, nekolim, komunis, negara tetangga bahkan hingga sekarang. Hasilnya? Mau perang? Memecahkan masalah hari gini?

Benci polisi <– umm… no comment ah

Benci sekolah lain, hasilnya tawuran.

Benci alay. D6N tLi5aN yG ajAiB aBiiezz. Qm0h tW gG kLu iN1 tLisAn gAwHoElL bWt mRk ?? ?? ?? ;; ;; ;; ;; ;; ;; <- nulis ini aja 5 menit sendiri gwe…

Benci agama lain.

Benci suku lain.

Benci jenis musik lain beserta orang2nya.

Benci suporter dan tim bola lain.

Supir angkot goblog!!

Orang yang gak sepaham.

Yang seleranya rendah, kemampuannya di bawah, humornya ga cerdas, pikirannya banal, trendy, korban moode dan iklan….

Benci benci benci benci apa aja dibenci!

Memecahkan masalah gak?

Memecah belah kita iya.

Mau?

***

Aku hanya melihat saja, grafik detak jantung ibu yang makin melemah, embun di masker oksigennya makin menyempit tiap hembus napasnya, kalung berbandul zamrdunya itu kini makin menjadi dingin,

Aku bertelut, membisikkan doa,

Jangan pergi Ibu Pertiwi…

Tagged

Duduklah Di Sini

Duduklah di sini
Bersandar di bahuku
Berlabuh di pulau berdua
Selepas terombang di samudera

Duduklah di sini
Berteduh di bawah rindang
Berbaring di hijau permadani
Pandang cerahnya pelangi

Kisahkan keluh kesahmu
Dan terisaklah di pelukku
Saat tiada kau genggam
Ku kan berada di sisimu

Bersama merajut mimpi
Menjalin kasih abadi

Duduklah di sini

Syair: Patresia Putri Kirnandita
Musik: Ignas Praditya Putra

Dinyanyikan oleh Mayang diiringi petikan gitar Ignas dan gesekan biola Baim dalam lakon yang disutradarai Randhy Prasetia, “Berkelakuan Sumbang”  pada Kresendo 2008, Memorable of PT.

Tagged , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,304 other followers